Tangkapan layar (screenshoot) Sdr. Denny Kurniawan (Ketua PPLN London) dan Sdr. Abdul Kodir Addakhil (Ketua Panwaslu LN London) saat menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapituasi Perhitungan Perolehan Suara KPU RI. 

ARTICLE

Penulis : Hilman T Sukma

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI baru saja merampungkan Rapat Pleno Terbuka Penetapan Hasil Pemilu 2024 Tingkat Nasional, pada tanggal 20 Maret 2024 malam hari. Dalam kesempatan itu, KPU RI menetapkan Keputusan bernomor 360/2024 terkait hasil Pemilu 2024. Beragam reaksi muncul menanggapi penetapan Keputusan hasil Pemilu 2024 ini. Tentunya, serangkaian proses masih akan berlangsung hingga proses pelantikan Presiden, Wakil Presiden serta Anggota Legislatif terpilih dari berbagai level pemerintahan yang dijadwalkan terjadi pada beberapa bulan ke depan.

Pemilu 2024 dilaksanakan serentak di Indonesia pada tanggal 14 Februari 2024, sementara di UK dan Irlandia dilaksananakan tiga hari lebih awal, yakni pada 11 Februari 2024. Terlepas dari hingar bingar Pemilu 2024, secara umum pelaksanaan Pemilu 2024 telah berlangsung dengan baik. 

“Sebagai penyelenggara yang dibentuk sejak bulan Februari 2023, tentu kami berupaya agar penyelenggaraan PEMILU 2024 di UK dan Irlandia dapat berjalan lancar dan dapat memberikan layanan yang optimal kepada seluruh warga pemilih yang berhak memberikan suaranya dalam PEMILU 2024. Penilaian selanjutnya apakah penyelenggaraan PEMILU 2024 yang telah lalu sudah berjalan lancar tentu kami serahkan kepada seluruh elemen masyarakat,” kata Ketua Panitia Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) London, Sdr. Denny Kurniawan. 

Di balik proses penyelenggaraan Pemilu 2024 di UK dan Irlandia, terdapat sejumlah mahasiswa doktoral yang berpartisipasi menjadi unsur penyelenggara Pemilu, baik sebagai Panitia Pemilihan, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, maupun Panitia Pengawas. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa, karena harus membagi waktu, pikiran dan tenaga antara Pemilu, studi dan hal penting lainnya. 

“Sejujurnya tidak menyangka beban kerja sebagai PPLN ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi awal, di mana ternyata beban kerja sebagai PPLN cukup berat, menyita pikiran, tenaga, dan juga waktu. Sehingga membagi tugas antara tugas sebagai mahasiswa yang merupakan peran utama kehadiran saya berada di UK, peran sebagai orang tua, dan juga peran sebagai PPLN menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, dengan dukungan penuh dari keluarga, supervisor, dan tim PPLN lain yang sangat kompak dalam bekerjasama dengan penuh integritas dan professional menjalankan tugas sebagai PPLN sekaligus menjalankan peran lainnya,” ujar Denny yang tengah menempuh program PhD bidang Politics and International Relations di University of Southampton. 

Tujuan untuk dapat berkontribusi, to contribute, bagi kemajuan Indonesia memang menjadi salah salah satu dari tiga pilar utama Doctrine UK, selain untuk saling terhubung, to connect dan berkolaborasi, to collaborate. “Hal lain mengingat program studi PhD saya pada bidang politik maka saya merasa perlu untuk dapat berkontribusi nyata menjaga pesta demokrasi penyelenggaraan PEMILU 2024 agar berjalan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil,” tambah Denny Kurniawan dalam kesempatan wawancara tertulisnya dengan Departemen Diseminasi Doctrine UK. 

“Banyak sekali pengalaman berharga dan pelajaran yang dapat diambil dalam melaksanakan tugas sebagai PPLN, pertama pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas menjadi prinsip utama yang harus dijaga dalam mengemban Amanah apapun. Dengan berbekal prinsip tersebut, maka ketika terdapat permasalahan maka akan dapat diselesaikan. Kedua, mendapatkan pelajaran komunikasi, leadership, dan ilmu manajemen dalam menjalankan tugas sebagai PPLN memberikan pelajaran terbaik untuk dapat diimplementasikan dalam menjalankan amanah dalam peran yang lain,” lanjut Denny Kurniawan. Kesempatan menjadi penyelenggara pemilu juga dapat bermanfaat bagi pengembangan diri sebagai mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam Doctoral Epistemic of Indonesia int the UK (Doctrine UK). 

Bersama elemen masyarakat Indonesia lainnya di UK dan Irlandia, sejumlah mahasiswa doktoral menjadi penyelenggara Pemilu 2024. Di PPLN, ada Denny Kurniawan (University of Southampton), Shaogi Sham (University College London) dan Kartini L Makmur (University of Warwick). Di Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN), ada Yuli Sutoto Nugroho (Queen Mary University of London), Revy Safitri (Newcastle University), Bayu Sutanto (University of Manchester), Taufik Muhammad Andrianto (University of Manchester), Wicaksono Febriantoro (University College London). Sejumlah nama di unsur pengawas pemilu: Abdul Kodir Addakhil (University of York), Denny Indra Sukmawan (University of Liverpool), Krisno Nugroho (University College London), dan Dimas Taha Maulana (University of Manchester). Selain menjalankan tugas sebagai mahasiswa, mereka telah berkontribusi bagi penyelenggaraan salah satu peristiwa penting dalam perjalanan bangsa dan Negara Indonesia. 

Keterangan:

Artikel ini merupakan aset pengetahuan organisasi dengan nomor registrasi DOCTRINE UK No. 2024-03-22-Articles. Doctrine UK tidak bertanggung jawab atas pandangan yang diungkapkan dalam tulisan dan pandangan tersebut menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya.