ARTICLE

Penulis: Rendy Bayu Aditya – Bartlett School of Planning, UCL; Aisyah Zakiah – Architecture, the University of Sheffield

Fitur pencarian Scopus banyak digunakan karena memberikan beberapa manfaat. Pertama, pencarian pustaka menjadi terdokumentasi dengan baik. Kedua, pencarian pustaka menjadi jauh lebih sistematis. Pencarian menjadi jauh lebih cepat relatif terhadap cakupan yang luas (breadth) namun mendalam (depth). Scopus pun masuk dalam 14 platform yang direkomendasikan menjadi alat pencarian utama untuk kegiatan riset ilmiah berdasarkan Gusenbauer & Haddaway (2020), bersanding dengan WoS (web of science). Artikel ini memberikan penjelasan fitur-fitur dasar mesin pencarian Scopus serta contoh penggunaanya. 

1. Menggunakan tanda kutip (“  ”) 

Dalam pencarian Scopus penting untuk menggunakan tanda kutip apabila kata kunci yang kita gunakan merupakan istilah unik yang memiliki lebih dari 1 kata. Misalnya saja istilah circular economy. Apabila kita hendak melakukan pencarian tentang topik ini, maka penulisan pada kolom pencarian Scopus sebaiknya “circular economy”. Apabila tidak menggunakan tanda kutip, yang terjadi adalah Scopus akan membaginya menjadi “circular” dan “economy” secara otomatis.

Berikut adalah contohya.

Contoh kata-kata kunci lainnya misalnya “planetary health”, “one health”, “natural capital”, “climate crisis”, “greenhouse gas*”, “ecosystem services” dan lainnya yang dapat dirancang dengan bidang ilmu dan topik pencarian kita.

2. Penggunaan wildcards

Fitur ini dapat digunakan saat kita ingin mencakup kata yang memiliki bentuk ejaan berbeda atau turunan kata yang berbeda-beda. Fitur ini diwakili 2 karakter yaitu ? (tanda tanya) dan * (tanda bintang). Berikut perbedaannya.

? (tanda tanya)

Mewakili 1 karakter apa pun dalam satu kata kunci.

Contoh:

“wom?n” untuk mencari dokumen yang berisi woman atau women (perbedaan karakter karena makna).

“urbani?ation” untuk mencari dokumen yang berisi urbanisation atau urbanization (perbedaan karakter karena gaya ejaan).

* (tanda bintang)

Mewakili beberapa karakter lanjutan atau bahkan nol karakter

Contoh:

“Urban*” maka yang akan tercari adalah “urban”, “urbanised”, “urbanized”, “urbanising”, “urbanising”, “urbanisation”, “urbanization” dan beragam turunan kata lainnya yang diawali urban.

3. AND, OR, dan AND NOT

Prinsip dasar dalam fitur pencarian di Scopus adalah Boolean, yaitu dengan memanfaatkan prinsip AND, OR, dan AND NOT. Berikut adalah perbedaanya.

AND — Mencari semua kata kunci yang digunakan
OR — Mencari salah satu kata kunci yang digunakan
AND NOT — Mengeliminasi kata kunci khusus yang dituliskan

Sebagai contoh, kita akan menggabungkan kata kunci “circular economy” dan “climate change” dengan 3 prinsip di atas. Berikut adalah hasilnya.

“Circular economy” AND “climate change” Mencari dokumen yang berisi “circular economy” dan “climate change” sekaligus. 1.027 dokumen
“Circular economy” OR “climate change” Mencari dokumen yang berisi “circular economy” saja serta “climate change” saja serta termasuk yang berisi kedua kata kunci. 403.921 dokumen
“Circular economy” AND NOT “climate change” Mengeliminasi khusus dokumen yang berisi kata kunci “climate change” dalam dokumen-dokumen yang memuat kata kunci “circular economy” 17.550 dokumen

TIPS:

  • Penggunaan AND sangat dianjurkan untuk mengerucutkan topik pencarian. Semakin banyak kata kunci yang dirangkai dengan AND biasanya akan mengurangi jumlah dokumen secara signifikan, karena dokumen yang dicari semakin unik dan spesifik (wajib berisi seluruh kata kunci tersebut).
  • Penggunaan OR biasanya untuk sinonim dari kata kunci yang kita gunakan. Misalnya untuk “climate change” bisa juga dikembangkan menjadi (“climate change” OR “climate crisis” OR “climate emergency” OR “changing climate” OR “climate anomal*” OR “global warming”)

4. Cakupan Pencarian

Dalam fitur pencarian dokumen di Scopus, terdapat beberapa cakupan informasi yang disebut fields. Fields mendasar antara lain judul (TITLE), abstrak (ABS), kata kunci (KEY), atau kombinasi ketiganya (TITLE-ABS-KEY), nama penulis (AUTHOR), hingga nama jurnal atau kegiatan seperti konferensi dan seminar (SRCTITLE). Berikut penjelasannya untuk fields mendasar yang penting diketahui.

TITLE Pencarian kata kunci hanya menyasar judul dokumen.
ABS Pencarian kata kunci hanya menyasar abstrak dokumen.
KEY Pencarian kata kunci hanya menyasar kata-kata kunci dokumen.
TITLE-ABS Pencarian kata kunci hanya menyasar judul dan abstrak dokumen.
TITLE-ABS-KEY Pencarian kata kunci menyasar ketiganya sekaligus.
Apabila ingin menggabungkan ABS dan KEY, maka kita harus memisahkannya menjadi 2 baris pencarian dengan mengikutsertakan kata kunci pencarian yang kembar. 
AUTHOR

Pencarian kata kunci menyasar nama penulis. 

 

Biasanya dipakai bersandingan dengan salah satu field di atas (TITLE, ABS, KEY). Digunakan untuk mencari dokumen khusus dari seorang peneliti.

SRCTITLE

Pencarian kata kunci menyasar jurnal atau kegiatan tertentu (konferensi, seminar, lokakarya).

 

Digunakan untuk mencari dokumen di dalam kegiatan-kegiatan khusus.

PUBYEAR Membatasi pencarian hanya pada tahun terpilih.

Berikut adalah contoh apabila menggunakan fitur source title (SRCTITLE). Pada SRCTITLE, kami menuliskan “sustainable” untuk menyasar nama jurnal atau kegiatan ilmiah (konferensi, seminar, dkk) yang secara eksplisit menggunakan kata sustainable di namanya. Pada gambar berikut contoh hasil dari pencarian SRCTITLE dengan kata kunci “sustainable”. Maka hasil yang didapatkan adalah dokumen-dokumen yang mengandung “circular economy” and “climate change” di dalam source yang memuat kata “sustainable”: seperti Journal Sustainable Production and Consumption, Frontiers in Sustainable Food Systems, dan lainnya.

Masih banyak lagi fields dalam Scopus untuk membantu pencarian yang lebih spesifik. Untuk mendapatkan fields yang rinci, dapat masuk ke dalam fitur advanced search. Berikut tampilannya.

TIPS:

Pencarian dengan field TITLE dapat digunakan untuk mendapatkan dokumen dengan topik yang sangat unik / spesifik. Dengan asumsi bahwa kata kunci yang muncul di judul (TITLE) jauh lebih mewakili isi dokumen dibanding kemunculan kata kunci di abstrak (ABS) ataupun keyword (KEY). Namun, tips ini mungkin tidak bekerja dengan baik pada bidang ilmu atau topik riset yang lain.

Demikian pengenalan singkat tentang fitur-fitur dasar Scopus. Tutorial lengkap penggunaan Scopus dapat ditonton pada laman resmi mereka di: https://service.elsevier.com/app/answers/detail/a_id/14799/supporthub/scopus/ 

Selamat mencari!

***

Referensi

Gusenbauer, M., & Haddaway, N. R. (2020). Which academic search systems are suitable for systematic reviews or meta-analyses? Evaluating retrieval qualities of Google Scholar, PubMed, and 26 other resources. Research Synthesis Methods, 11(2), 181–217. https://doi.org/10.1002/jrsm.1378

 

Keterangan: 

Artikel ini merupakan aset pengetahuan organisasi dengan nomor registrasi DOCTRINE UK No. 2022-11-21-MS.

Doctrine UK tidak bertanggung jawab atas pandangan yang diungkapkan dalam tulisan dan pandangan tersebut menjadi tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Lampiran

Presentasi

terlampir adalah materi akademik tanpa telaah formal keilmuan (non-reviewed) yang diedarkan semata-mata untuk memantik komentar dan diskusi. Oleh karena itu:

N

diedarkannya presentasi ini sifatnya tidak menghalangi publikasi gagasan-gagasan ilmiah di dalamnya di tempat lain

N

Setiap pembuat presentasi/penulis bertanggung jawab atas bentuk dan isi presentasi.

N

Doctrine UK tidak bertanggung jawab atas pandangan yang diungkapkan dalam presentasi.

N

Hak cipta presentasi dipegang oleh masing-masing penulis.